Jumat, 13 Maret 2015

TAKUT KEHILANGAN



Pernah gak sih kalian jadi sosok yang paling penakut diantara semua keberanian kalian. Menjadi sosok yang tidak sanggup untuk berfikir banyak tentang suatu hal. Menjadi sosok yang tidak punya keberanian untuk jauh berfikir tentang suatu hal, suatu hal yang gue maksud itu adalah suatu hal tentang sebuah kesendirian. Kesendirian untuk melangkah tanpa kaki-kaki penopang semangat didiri kalian. Kaki-kaki yang jadi kekuatan untuk kalian melangkah banyak untuk hidup kalian selama ini. Kaki-kaki yang gue maksud itu adalah orang-orang disekitar kalian.

Pernah gak kalian bayangkan suatu saat akan ada saatnya mereka yang berhadapan dengan kalian setiap hari. Mereka yang kalian sapa setiap hari. Mereka yang kalian lihat senyumnya setiap hari. Mereka yang pernah kalian lihat air matanya jatuh, membayangkan mereka-mereka itu pergi hilang dari diri kalian. Pernah gak kalian bayangkan mereka pergi hilang dan tidak akan ada lagi hadap berhadapan,  sapa-menyapa, senyum-tersenyum lagi setiap harinya.

Gue selalu menjadi sosok yang penakut diantara semua keberanian gue, ketika gue berfikir tentang sebuah kehilangan dan kesendirian. Gue selalu takut berfikir kalau nanti pasti akan ada saatnya gue akan merasakan sebuah kehilangan besar dalam diri gue. Yaitu kehilangan mereka yang gue sayang dan cintai. Mereka yang menjadi bagian dari nyawa, darah, dan detak jantung. Gue takut wajah-wajah itu hilang dan pergi dari mata gue. Wajah itu adalah wajah yang penuh ikhlas dan kasih sayang. Wajah itu adalah wajah kedua orang tua gue.

Selalu tidak sanggup dan selalu jadi sosok yang penakut ketika berfikir kalau nanti akan ada saatnya kedua orang tua gue pergi jauh ketempat yang paling layak untuk jiwa mereka berada. Gue takut merasa sendiri, karna selama ini sepenuhnya dalam diri gue ada mereka yang mendampingi gue dengan sosoknya dan doanya. Gue takut merasa sendiri ketika gue menikmati sebuah kesuksesan dan kemenangan. Gue takut merasa sendiri untuk bisa berdiri disebuah tempat dimana gue mempersunting pasangan hidup gue kelak.

Semua itu belum benar-benar gue rasakan, karna mereka masi ada disamping gue sekarang. Gue masi bisa mendengar suara mereka, gue masi bisa melihat senyum mereka, gue masi bisa menikmati sebuah kehangatan pelukan mereka, dan gue masi bisa merasakan Doa mereka. Itu hal-hal yang gue syukuri sekarang. Akan gue manfaatnkan kebersamaan ini dengan baik.

Diumur orang tua kita yang sudah tidak muda lagi, kita mungkin gak punya waktu banyak untuk bisa merasakan hal-hal luar biasa yang nantinya semua hal-hal luar biasa itu akan pergi dengan waktunya. Sayangin orang tua kalian, banggakan mereka, buat mereka menangis, menangis dengan air mata yang banyak karna bangga akan hasil perjuangan positive dari usaha luar biasa kalian. Ketika mereka tidak mampu berfikir lebih baik dari sebelumnya, rawat mereka dengan baik. Jadikan tangan dan jiwa kalian, menjadi tangan dan jiwa yang bermakna untuk mereka. Tangan dan jiwa yang nantinya mampu melepas kepergian mereka dengan baik. Akan terasa sakit ketika semuanya hilang tanpa makna berarti yang kalian sia-siakan, ketika mereka masih ada disisi kalian. Gue Zandri Febrian, gue sosok yang sangat mencintai kata-kata dan tulisan. Semoga semua kata-kata dan tulisan ini bisa memberi pesan yang baik untuk kalian yang saya sayangi. :) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar